Gemastik Talks 1.0

Pagi itu aku berangkat dari Purwakarta dengan motor karena memang berencana untuk membawa motor di Bandung untuk beberapa minggu ke depan. Bukan ke Padasuka, tapi hari ini bertujuan ke kampus untuk kegiatan yang beberapa tahun ini mungkin jadi ‘rutinitas’: bertemu dengan mahasiswa baru. Tak sama seperti tahun sebelumnya yang bertujuan untuk kuliah perdana, kali ini aku hadir di sana untuk berbagi pengalaman tentang Gemastik di acara Gemastik Talks 1.0 yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Ilmu Komputer UPI yang bekerja sama dengan BEM KEMAKOM.

Yap, tentu yang hadir bukan hanya mahasiswa baru, juga ada dari mahasiswa angkatan 2016 hingga 2017 yang ingin mengikuti Gemastik kembali. Tapi karena mahasiswa 2019 diwajibkan untuk hadir, berarti ini untuk ke-4 kali dapat berbicara di hadapan mahasiswa baru setelah yang pertama mengisi kuliah perdana untuk mahasiswa baru 2014.

Gemastik Talks pertama ini mengundang para juara dari Gemastik sebelumnya, tapi sayangnya Kang Faisal yang memang sekarang berdomisili di Depok berhalangan hadir. Jadinya, aku dan Rahman yang menjadi pembicara untuk kali ini. Lucu juga karena dulu Rahman pernah menjadi moderatorku saat mengisi kuliah perdana tahun 2017 dan sekarang yang menjadi moderator adalah Rizal, mahasiswa 2017 tersebut yang sekarang kebetulan juga menjadi wakil ketua untuk KEMAKOM.

Hal yang membuat acara kali ini lebih ‘puas’ adalah durasi yang diberikan. No time keeper. Terdengar gila emang, bebas aja gitu bicara tanpa ada yang membatasi waktu karena ini memang acara dari departemen dan diurus oleh pimpinan BEM KEMAKOM itu sendiri. Dan karena ada dari 3 angkatan atasnya, auditorium terasa sangat penuh yang biasanya hanya terisi di lantai 1 saja.

Berbekal slide yang dibuat beberapa jam sebelumnya di perpustakaan, aku mengenalkan sejarah mahasiswa Ilmu Komputer UPI di Gemastik agar mereka tahu bahwa kita punya cukup sejarah yang dapat membangkitkan rasa percaya diri mereka untuk ikut salah satu ajang paling bergengsi untuk mahasiswa bidang TIK level nasional ini.

Seperti biasa, aku juga menunjukkan beberapa foto yang juga membawa kisah menarik di belakangnya agar mereka lebih bisa merasakan bagaimana rasanya ketika aku mengikuti final Gemastik tahun 2015 lalu di UGM. Sampai akhirnya 2,5 jam pun berlalu.

Dokumentasi panitia.

Acara pun ditutup dengan penjelasan dari Pak Yaya mengenai tahapan yang harus dilakukan selanjutnya untuk mereka yang berminat mengikuti Gemastik. Lucu juga karena selama tadi aku juga banyak menceritakan tentang Pak Yaya karena beliau adalah pembimbing kami saat berangkat ke UGM.

Semoga saja tahun ini semangat KEMAKOM untuk berkompetisi jauh lebih baik dan mungkin terdapat tim yang akan membawa kembali medali ke UPI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s